KELURAHAN BLOOTO AJAK WARGA PATUHI PROTOKOL KESEHATAN PADA TATANAN NORMAL BARU AGAR TETAP PRODUKTIF DAN AMAN DARI COVID

Tanggal : 10 July 2020 By : Admin

img-fluid

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Memasuki era tatanan Normal yang baru, bukanlah situasi yang bebas dalam melaksanakan kegiatan.  Justru pada era tatanan normal yang baru ini masyarakat harus siap berubah. Kebiasaan yang mungkin tidak disukai menjadi suatu kewajiban.  Salah satunya adalah memakai masker saat diluar rumah, yang merupakan bagian unsur dari protocol kesehatan. Selain itu juga harus membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan jaga jarak/menghindari kerumunan masa.

Mengingat protocol kesehatan adalah syarat wajib setiap orang agar bisa hidup produktif dan aman dari covid pada tatanan normal baru.  Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan, LPM Keluahan Blooto ajak warga untuk mensosialisasikan kesehatan masyarakat dan lingkungan , kamis 9 /7/2020.

Drs. Suluh Setiadji Lurah Blooto saat membuka acara tersebut berharap agar sosialisasi kali ini dapat diikuti dengan serius, terutama terkait Perwali Nomor 55 tahun 2020 atas perubahan Perwali Nomor 47 tahun 2020 yang mengatur tentang pedoman tatanan normal baru pada kondisi pandemic COVID-19 di Kota Mojokerto.

Dalam sosialisasi kali ini LPM selaku panitia penyelenggara menggandeng Forum Kota Mojokerto Sehat untuk memberikan materi terkait kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sosialisasi yang digelar dengan lesehan dan bersosial distanching kali ini menghadirkan para kader dan tokoh masyarakat serta anggota LPM setempat, kata Bambang Irianto ketua LPM Blooto selaku penyelengara sosialisasi. Peserta terbatas karena harus sosial distanching, melakukan cek point sebelum masuk dan cuci tangan dengan sabun.

Riani, SH,M.Si ketua FKMS dalam paparannya menjelaskan bahwa dalam perwali nomor 55 tahun 2020 telah mencantumkan sanksi bagi yang melanggar ketentuan pada tatanan normal baru.  Salah satu diantaranya adalah kewajiban penggunaan masker, jika ada yang melanggar akan dikenakan denda 200 ribu rupiah atau sanksi sosial berupa membersihkan fasilitas umum (pasal 48 Perwali 55/2020). Menurut Riani, sanksi adalah pilihan terakhir, namun hal yang lebih penting adalah penyadaran masyarakat akan pentingnya protocol kesehatan. Kedepan pertemuan seperti ini dapat dilakukan secara virtual/daring untuk membatasi kontak dengan orang lain, mengingat kasus terkonfirmasi positif masih tinggi.

Sementara terkait kesehatan lingkungan dan tatanan yang ada dalam penyelenggaraan Kota sehat disampaikan oleh Dra.Ec.Tatik Lutfiati, ST selaku koordinator tatanan ketahanan pangan dan gizi pada forum kota sehat. Tatik berharap masyarakat senantiasa menjaga imunitas tubuh agar mampu melawan covid-19 dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dengan cara yang bisa dibudidaya sendiri. Contohnya melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan ini bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Terkait pengelolaan Bank sampah telah dijelaskan oleh Nova Silvia yang menangani bidang lingkungan hidup. (an)

Sumber : http://gemamedia.mojokertokota.go.id/2020/07/10/kelurahan-blooto-ajak-warga-patuhi-protokol-kesehatan-pada-tatanan-normal-baru-agar-tetap-produktif-dan-aman-dari-covid/